Tahun 2018 Mohammad Razzan didiagnosa kanker otak ketika umurnya baru 10 tahun.Hasil pemeriksaan CT scan dan MRI menunjukkan jenis medulloblastoma. Dokter sarafnya menyarankan untuk operasi, tetapi beresiko karena menekan batang otak dan otak kecil. Dokter umum yang menanganinya akhirnya mencarikan alternatif dengan ECCT. Perkembanganya relatif lancar, keluhannya berangsur hilang seiring dengan reaksi pembuangan yang cukup ekstrim di awal pemakaian 1 bulan pertama, sakitnya hilang, motorik dan keseimbangan tubuh normal. Orangtuanya bekerja di rumah sakit, hanya takut memeriksakan anaknya ke dokter bedah sarafnya lagi maupun cek MRI, khawatir hasilnya tak sesuai dengan kondisi Razzan yang nampak baik-baik saja. Tetapi setelah 6 tahun pakai alat dan kondisinya baik-baik saja, akhirnya orangtuanya memberanikan diri untuk cek MRI, dan hasilnya CLEAR, tak nampak ada bekas kanker di otak Razzan. Kanker yang tumbuh di batang otaknya dan menyumbat saluran otak bersih tanpa operasi hanya dengan ECCT.
Terapi Kanker
Pengetahuan Tentang Kanker
Minggu, 02 Februari 2025
ANAK 10 TAHUN KENA KANKER MEDULLOBLASTOMA DI PANGKAL OTAK BERSIH DENGAN ECCT TANPA OPERASI
Kamis, 07 November 2024
PASCA OPERASI DAN RADIASI KANKER OTAK MENYEBAR MEMENUHI SEBAGIAN BESAR OTAK SEBELAH KANANNYA, BERSIH MELEWATI 10 TAHUN DENGAN ECCT
Bu Tosilah Wati didiagnosa kanker otak tipe astrocytoma tahun 2012, telah menjalani operasi dan radiasi tetapi muncul kembali dan berkembang luas hingga lebih dari separoh otak besar sebelah kanan, menyebabkan lumpuh separoh dan kejang terus. Kanker tak bisa ditahan dengan operasi dan radiasi, Bu Tosilah mencoba alternatif ECCT mulai awal Desember 2013. Kondisinya perlahan membaik seiring dengan peluruhan massa di otaknya. Dua tahun pemakaian massa mengecil, penyebaran dan edema luas di sekeliling massa awal relatif sudah hilang. 5Setelah 5 tahun pemakaian ia dinyatakan bersih. Melewati 10 tahun setelah pakai ECCT, atau 12 tahun sejak pertama didiagnosa kanker otak, kondisi Bu Tosilah sehat dan normal, terbebas dari kanker.
Bu Tosilah Wati pertama kali menjalani operasi tumor otak bulan Oktober 2012. Hasil patologi menunjukkan tipe ganas, jenis astrocytoma grade 1. Setelah operasi dan keluar hasil patologi ia menjalani radiasi hingga 30X. Tulang tengkorak belum sempat dipasang kembali, evaluasi awal kurang lebih 6 bulan setelah operasi dan radiasi hasil MRI menunjukkan massa muncul lagi di dua tempat di sekitar massa awal. Ukuran massa tumor terbaru 2 cm dan 4 cm, lebih besar dari hasil massa awal sebelum dioperasi. Gradenya sepertinya juga bertambah.
Senin, 24 Februari 2014
Apa itu Kanker Kolorektal?
|
Kanker kolorektal berasal dari jaringan usus besar (bagian
terpanjang dari usus besar besar) atau rektum, (bagian kecil terakhir
dari usus besar sebelum anus). Sebagian besar kanker kolorektal adalah
tipe kanker adenocarcinomas (Kanker yang berasal dari sel yang membuat
dan melepaskan lendir atau cairan lainnya).
|
Anatomi Usus besar dan Rektum |
|
| Apa yang jadi penyebabnya? | ||
|
|
Tidak ada yang mengetahui apa yang menjadi penyebab pasti terjadinya kanker kolorektal. Akan tetapi, diketahui beberapa orang dengan faktor resiko tertentu sangat mungkin terkena kanker kolorektal. Studi menunjukkan beberapa faktor resiko untuk kolorektal kanker, antara lain: | |
Polip Kolorektal
Polip tumbuh pada dinding bagian dalam usus besar atau rektum dan
biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Polip
umumnya tidak memiliki sifat kanker namun beberapa polip (adenomas)
dapat berubah menjadi kanker.
|
Ulcerative colitis atau Crohn’s disease
Bila seseorang pernah terkena kondisi yang menyebabkan terjadinya
radang usus besar, (Seperti ulcerative colitis atau Crohn’s Disease)
selama beberapa tahun, maka ia memiliki resiko lebih tinggi untuk
terkena kanker kolorektal
|
|
Riwayat kanker pribadi
Bila sesorang sudah pernah terkena kanker kolorektal, ia bisa
kembali terkena kanker tersebut untuk kedua kalinya. Wanita dengan
riwayat kanker ovarium, rahim (endometrium) atau kanker payudara juga
memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal.
|
Riwayat medis keluarga dengan kanker kolorektal
Bila Anda memiliki keluarga dengan riwayat terkena kanker
kolorektal, maka Anda memiliki resiko terkena kanker yang sama,
khususnya apabila saudara Anda terkena kanker diusia yang muda.
|
|
Faktor gaya hidup
Mereka yang merokok, mengkonsumsi makanan yang kaya akan daging
merah atau daging yang diproses dan kurang serat, memiliki peningkatan
resiko terkena kanker kolorektal.
|
Usia di atas 50 tahun
Kanker kolorektal sangat mungkin terjadi pada saat usia seseorang
bertambah. Lebih dari 90 persen pasien yang terdiagnosa dengan kanker
kolorektal adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas.
|
Gejala-gejala
Gejala kanker kolorektal meliputi:
- Perubahan kebiasan BAB (diare atau konstipasi)
- Perasaan bahwa perut tidak sepenuhnya kosong
- Terdapat darah (merah cerah atau pekat) pada BAB Anda
- Ukuran BAB Anda lebih kecil dari biasanya
- Sering mengalami kram perut atau sakit akibat gas lambung, atau merasa kembung
- Kehilangan berat badan tanpa alasan
- Selalu merasa letih
- Sering terasa mual atau muntah-muntah
|
|
|
|
Sigmoidoscopy
Dokter akan memeriksa rektum dan bagian bawah usus besar dengan
sigmoidoscope. Pertumbuhan kanker dan pra-kanker pada rektum dan usus
besar bawah dapat ditemukan yang kemudian diangkat atau dilakukan
biopsi.
|
Kolonoskopi
|
|
Double-contrast barium enema
Prosedur ini melakukan pengisian usus besar dan rektum menggunakan
barium untuk meningkatkan kualitas foto X-Ray. Kelainan/Kondisi abnormal
seperti polip dapat terlihat dengan jelas.
|
Kolonoskopi Virtual
Prosedur tes ini menggunakan perangkat X-Ray khusus untuk mengambil
foto/gambar usus besar serta rektum. Komputer kemudian akan menyusun
gambar-gambar yang diambil menjadi citra detil yang dapat menunjukkan
polip dan kondisi abnormal lainnya.
|
Diagnosa
Bila Anda memiliki gejala-gejala, atau hasil tes skrining menunjukkan
tanda-tanda kanker kolorektal, dokter Anda harus mencari tahu apakah hal
tersebut bersumber dari kanker atau kondisi medis lain.
Dokter akan menanyakan riwayat medis pribadi serta keluarga, dan akan melakukan pemeriksaan fisik.
Bila ditemukan kondisi abnormal (polip), maka akan diperlukan biopsi. Umumnya, jaringan abnormal dapat diangkat melalui prosedur kolonoskopi atau sigmoidoscopy. Spesialis patologi kemudian akan memeriksa apakah jaringan tersebut merupakan sel kanker dengan menggunakan mikroskop.
|
|
Bagaimana Cara Memeriksa Kanker Kolorektal?
Bilamana hasil biopsi menunjukkan adanya kanker, dokter perlu mengetahui seberapa jauh penyebaran kanker telah terjadi untuk memberikan rencana pengobatan terbaik. Stadium dibuat berdasarkan apakah tumor telah menyebar ke jaringan tubuh sekitar, dan apabila sudah menyebar, ke bagian tubuh mana kanker tersebut sudah menyebar. |
|
Dokter mendeskripsikan kanker kolorektal dengan beberapa stadium:
|
||
Apa saja pengobatan yang tersedia?
Pembedahan
Bedah melibatkan pengangkatan jaringan yang terjangkit tumor dan
jaringan terdekat/ kelenjar getah bening. Prosedur bedah dilakukan
dengan menggunakan laparoskopi atau bedah terbuka.
Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan anti kanker guna menyusutkan ukuran
atau membunuh sel kanker. Obat-obatan masuk melalui aliran darah
sehingga dapat mencapai sel kanker di seluruh tubuh.
Terapi Kanker Terarah
Beberapa pasien dengan kanker kolorektal yang telah menyebar menerima
pengobatan terapi kanker terarah. Terapi terarah ini berupa obat-obatan
atau zat lain yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran
sel kanker dengan mentargetkan molekul-molekul spesifik yang membantu
pertumbuhan dan penyebaran sebuah tumor.
Terapi Radiasi (Radioterapi)
Prosedur ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel
kanker. Prosedur ini hanya mempengaruhi sel kanker yang ada pada area
terapi.Sumber: http://www.parkwaycancercentre.com/id/informasi-kanker/jenis-kanker/apa-itu-kanker-kolorektal/
Polip Kolon
Apa Yang Dimaksud Dengan Polip Kolon?
Apa Saja Gejala-Gejala Polip Kolon?
Tanda dan gejala Polip Kolon yang mungkin timbul:
- Darah di dalam tinja
- Mual
- Muntah-muntah
- Pendarahan rektum
- Sakit perut
Apa Yang Menyebabkan Polip Kolon?
Penyebab Polip Kolon adalah:
- Menderita Kolitis Ulseratif
- Menderita Penyakit Crohn
- Mutasi gen di dalam usus besar yang mengakibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal
Apa Yang Dapat Meningkatkan Resiko Polip Kolon?
Risiko terjangkit Polip Kolon meningkat bila Anda:
- Adalah seorang pecandu alkohol
- Adalah seorang perokok
- Adalah seorang Yahudi Ashkenazi keturunan Eropa Timur
- Berusia lebih dari 40 tahun
- Memiliki sejarah keluarga yang menderita Kanker Kolon
- Memiliki sejarah keluarga yang menderita Polip Kolon
- Menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak
- Sedang menderita Kolitis Ulseratif
- Sedang menderita Obesitas
- Telah didiagnosa mengidap Penyakit Crohn
Komplikasi Apa Saja Yang Bisa Disebabkan Oleh Polip Kolon?
Polip Kolon dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikutnya:
- Mungkin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk Kanker Kolon
Bagaimana Cara Untuk Mencegah Polip Kolon?
Polip Kolon dapat dicegah bila Anda:
- Berhenti merokok
- Berolahraga secara rutin
- Jauhkan diri dari alkohol
- Menjaga diet kaya akan kalsium
- Menjaga diet rendah lemak
- Menjaga diet tinggi serat
Perawatan Apa Saja Yang Tersedia Untuk Polip Kolon?
Penanganan dan pengobatan Polip Kolon dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya. Pilihan pengobatan adalah:
- Anastomosis
- Kolektomi
- Kolonoskopi
- Obat Laktulosa
- Reseksi Mukosa Endoskopik
Sumber: http://www.persify.com/id/perspectives/medical-conditions-diseases/polip-kolon-_-951000103333
Apa Itu Kanker dan Tumor? Apa Bedanya?
Tumor sebenarnya adalah pembengkakkan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor).
Nah, tumor ganas ini sering juga disebut dengan bersifat Kanker. Tetapi kemungkinan tumor jinak menjadi ganas bisa saja tapi sangat jarang terjadi, biasanya pada Tumor yang sudah terlalu lama dan besar. Misalnya Fam (Fibroadenoma mamma), tumor jinak payudara bila dibiarkan bertahun-tahun ada yang berubah jadi ganas, ini dikenal sebagai Progressi, persentase kemungkinannya kira-kira hanya 0,5 % -1% saja.
Ketika seseorang bertambah usia, mereka akan mengakumulasi berbagai mutasi di dalam DNA-nya. Ini berarti prevalensi terjadinya tumor semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pada kasus dimana seseorang yang lebih tua menderita tumor, maka besar kemungkinannya bahwa itu adalah tumor yang ganas. Sebagai contoh, jika perempuan berumur 20 tahun memiliki tumor di payudaranya, maka tumor itu kemungkinannya adalah tumor jinak. Namun, jika perempuan berusia 70 tahun memiliki tumor payudara, maka tumor itu kemungkinannya adalah tumor ganas.
Tumor disebabkan oleh mutasi DNA di dalam sel. Akumulasi dari mutasi-mutasi tersebut menyebabkan munculnya tumor. Sebenarnya sel kita memiliki mekanisme perbaikan DNA (DNA repair) dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel merusak dirinya dengan apoptosis jika kerusakan DNA sudah terlalu berat. Apoptosis adalah proses aktif kematian sel yang ditandai dengan pembelahan DNA kromosom, kondensasi kromatin, serta fragmentasi nukleus dan sel itu sendiri. Mutasi yang menekan gen untuk mekanisme tersebut biasanya dapat memicu terjadinya kanker.
Kanker sendiri sebenarnya adalah istilah untuk segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, dan bahkan menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).
Hal ini sangat berbeda dengan benign tumor (tumor jinak) yang tidak menyerang jaringan di sekitarnya dan tidak membentuk metastase, tapi secara lokal dapat bertumbuh menjadi besar. Biasanya benign tumor tidak muncul lagi setelah dilakukan operasi pengangkatan tumor.
Yang perlu diperhatikan disini bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian; kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari merokok ! Sangat tidak baik untuk kesehatan.


