Senin, 24 Februari 2014

Apa itu Kanker Kolorektal?

Kanker kolorektal berasal dari jaringan usus besar (bagian terpanjang dari usus besar besar) atau rektum, (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus). Sebagian besar kanker kolorektal adalah tipe kanker adenocarcinomas (Kanker yang berasal dari sel yang membuat dan melepaskan lendir atau cairan lainnya).
  Anatomi Usus besar dan Rektum
     
Apa yang jadi penyebabnya?    
  Tidak ada yang mengetahui apa yang menjadi penyebab pasti terjadinya kanker kolorektal. Akan tetapi, diketahui beberapa orang dengan faktor resiko tertentu sangat mungkin terkena kanker kolorektal. Studi menunjukkan beberapa faktor resiko untuk kolorektal kanker, antara lain:
     
     

Polip Kolorektal

Polip tumbuh pada dinding bagian dalam usus besar atau rektum dan biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Polip umumnya tidak memiliki sifat kanker namun beberapa polip (adenomas) dapat berubah menjadi kanker.
 

Ulcerative colitis atau Crohn’s disease

Bila seseorang pernah terkena kondisi yang menyebabkan terjadinya radang usus besar, (Seperti ulcerative colitis atau Crohn’s Disease) selama beberapa tahun, maka ia memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena kanker kolorektal
     

Riwayat kanker pribadi

Bila sesorang sudah pernah terkena kanker kolorektal, ia bisa kembali terkena kanker tersebut untuk kedua kalinya. Wanita dengan riwayat kanker ovarium, rahim (endometrium) atau kanker payudara juga memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal.
 

Riwayat medis keluarga dengan kanker kolorektal

Bila Anda memiliki keluarga dengan riwayat terkena kanker kolorektal, maka Anda memiliki resiko terkena kanker yang sama, khususnya apabila saudara Anda terkena kanker diusia yang muda.
     

Faktor gaya hidup

Mereka yang merokok, mengkonsumsi makanan yang kaya akan daging merah atau daging yang diproses dan kurang serat, memiliki peningkatan resiko terkena kanker kolorektal.
 

Usia di atas 50 tahun

Kanker kolorektal sangat mungkin terjadi pada saat usia seseorang bertambah. Lebih dari 90 persen pasien yang terdiagnosa dengan kanker kolorektal adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas.
 

Gejala-gejala

Gejala kanker kolorektal meliputi:
  • Perubahan kebiasan BAB (diare atau konstipasi)
  • Perasaan bahwa perut tidak sepenuhnya kosong
  • Terdapat darah (merah cerah atau pekat) pada BAB Anda
  • Ukuran BAB Anda lebih kecil dari biasanya
  • Sering mengalami kram perut atau sakit akibat gas lambung, atau merasa kembung
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan
  • Selalu merasa letih
  • Sering terasa mual atau muntah-muntah
Seringkali, gejala-gejala ini mungkin saja bukan disebabkan oleh kanker. Kondisi kesehatan lain pun dapat menimbulkan gejala-gejala tersebut di atas. Sekedar mengingatkan, kanker pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Karena itu bagi siapa saja yang merasa mengalami gejala tersebut di atas, disarankan untuk segera menemui dokter untuk melakukan diagnosa dan menerima pengobatan sesegera mungkin.
 


Skrining

Tes skrining akan membantu dokter untuk menemukan polip atau kanker sebelum Anda terkena gejala-gejala kanker. Deteksi dini untuk kanker kolorektal dapat membantu efektivitas pengobatan kanker. Tes skrining berikut dapat digunakan untuk menemukan polip, kanker, atau kondisi abnormal lainnya.
 


Fecal Occult Blood Test (FOBT)

Kadangkala ketika kanker atau polip mengalami pendarahan, Prosedur FOBT dapat menemukan darah dalam BAB Anda dalam jumlah terkecil. Bila tes ini menemukan darah, maka tes lain akan diperlukan untuk menentukan sumber dari darah tersebut. Kondisi yang tidak berbahaya (seperti wasir) dapat juga menyebabkan adanya darah pada BAB.
     

Sigmoidoscopy

Dokter akan memeriksa rektum dan bagian bawah usus besar dengan sigmoidoscope. Pertumbuhan kanker dan pra-kanker pada rektum dan usus besar bawah dapat ditemukan yang kemudian diangkat atau dilakukan biopsi.
 

Kolonoskopi

Dokter memeriksa rektum dan seluruh bagian usus besar menggunakan kolonoskop. Pertumbuhan kanker dan pra-kanker pada rektum dan usus besar bawah dapat ditemukan yang kemudian diangkat atau dilakukan biopsi, termasuk juga pada bagian usus besar bagian atas, di mana bagian tersebut tidak tercapai dengan sigmoidoscopy.
     

Double-contrast barium enema

Prosedur ini melakukan pengisian usus besar dan rektum menggunakan barium untuk meningkatkan kualitas foto X-Ray. Kelainan/Kondisi abnormal seperti polip dapat terlihat dengan jelas.
 

Kolonoskopi Virtual

Prosedur tes ini menggunakan perangkat X-Ray khusus untuk mengambil foto/gambar usus besar serta rektum. Komputer kemudian akan menyusun gambar-gambar yang diambil menjadi citra detil yang dapat menunjukkan polip dan kondisi abnormal lainnya.
 

Diagnosa

Bila Anda memiliki gejala-gejala, atau hasil tes skrining menunjukkan tanda-tanda kanker kolorektal, dokter Anda harus mencari tahu apakah hal tersebut bersumber dari kanker atau kondisi medis lain.
Dokter akan menanyakan riwayat medis pribadi serta keluarga, dan akan melakukan pemeriksaan fisik.
Bila ditemukan kondisi abnormal (polip), maka akan diperlukan biopsi. Umumnya, jaringan abnormal dapat diangkat melalui prosedur kolonoskopi atau sigmoidoscopy. Spesialis patologi kemudian akan memeriksa apakah jaringan tersebut merupakan sel kanker dengan menggunakan mikroskop.
  Bagaimana Cara Memeriksa Kanker Kolorektal?
Bilamana hasil biopsi menunjukkan adanya kanker, dokter perlu mengetahui seberapa jauh penyebaran kanker telah terjadi untuk memberikan rencana pengobatan terbaik. Stadium dibuat berdasarkan apakah tumor telah menyebar ke jaringan tubuh sekitar, dan apabila sudah menyebar, ke bagian tubuh mana kanker tersebut sudah menyebar.
     
Dokter mendeskripsikan kanker kolorektal dengan beberapa stadium:
  • Stadium 0: Di mana kanker ditemukan hanya pada lapisan terdalam usus besar atau rektum. Kanker kolorektal stadium 0 ini umumnya disebut Carsinoma in situ.
  • Stadium I: Tumor sudah tumbuh ke dinding bagian dalam usus besar atau rektum, namun belum menembus dinding tersebut.
  • Stadium II: Tumor sudah menembus dinding lapisan usus besar atau rektum. Ada kemungkinan tumor telah menyebar ke jaringan tubuh terdekat, namun sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium III: Tumor telah menyebar masuk ke dalam kelenjar getah bening, namun belum menyebar ke bagian/jaringan tubuh lain.
  • Stage IV: Kanker telah menyebar ke organ tubuh lain seperti hati, atau paru-paru.
  • Kambuh: Kanker yang telah diobati ini kembali kambuh setelah beberapa waktu saat kanker tidak dapat dideteksi. Kanker dapat kembali tumbuh pada bagian usus besar atau rektum, atau pada organ tubuh lainnya.
 

Apa saja pengobatan yang tersedia?

Pembedahan

Bedah melibatkan pengangkatan jaringan yang terjangkit tumor dan jaringan terdekat/ kelenjar getah bening. Prosedur bedah dilakukan dengan menggunakan laparoskopi atau bedah terbuka.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan anti kanker guna menyusutkan ukuran atau membunuh sel kanker. Obat-obatan masuk melalui aliran darah sehingga dapat mencapai sel kanker di seluruh tubuh.

Terapi Kanker Terarah

Beberapa pasien dengan kanker kolorektal yang telah menyebar menerima pengobatan terapi kanker terarah. Terapi terarah ini berupa obat-obatan atau zat lain yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dengan mentargetkan molekul-molekul spesifik yang membantu pertumbuhan dan penyebaran sebuah tumor.

Terapi Radiasi (Radioterapi)

Prosedur ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Prosedur ini hanya mempengaruhi sel kanker yang ada pada area terapi.

Sumber: http://www.parkwaycancercentre.com/id/informasi-kanker/jenis-kanker/apa-itu-kanker-kolorektal/

Polip Kolon

Apa Yang Dimaksud Dengan Polip Kolon?

Polip Kolon adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan pertumbuhan tambahan pada permukaan lapisan dalam usus besar. Polip terbentuk sebagai akibat dari pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Hal ini mungkin dikarenakan oleh mutasi pada gen yang membantu mengatur pertumbuhan sel, yang menyebabkan sel-sel terus membelah meskipun hal itu sudah tidak diperlukan lagi. Mutasi adalah perubahan dari susunan rantai DNA suatu sel. Ada empat tipe dari polip kolon: polip hiperplastik, polip inflamatori, polip hamartoma, dan polip adenomatosa. Polip adenomatosa adalah tipe polip kolon yang paling sering ditemukan dan menyebabkan kanker sedangkan polip hiperplastik, inflamatori, dan hamartoma tidak menyebabkan kanker. 
 

Tanda dan gejala Polip Kolon yang mungkin timbul:

  • Darah di dalam tinja
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Pendarahan rektum
  • Sakit perut
 

Penyebab Polip Kolon adalah:

Risiko terjangkit Polip Kolon meningkat bila Anda:

  • Adalah seorang pecandu alkohol
  • Adalah seorang perokok
  • Adalah seorang Yahudi Ashkenazi keturunan Eropa Timur
  • Berusia lebih dari 40 tahun
  • Memiliki sejarah keluarga yang menderita Kanker Kolon
  • Memiliki sejarah keluarga yang menderita Polip Kolon
  • Menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak
  • Sedang menderita Kolitis Ulseratif
  • Sedang menderita Obesitas
  • Telah didiagnosa mengidap Penyakit Crohn

Polip Kolon dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikutnya:

  • Mungkin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk Kanker Kolon

Polip Kolon dapat dicegah bila Anda:

  • Berhenti merokok
  • Berolahraga secara rutin
  • Jauhkan diri dari alkohol
  • Menjaga diet kaya akan kalsium
  • Menjaga diet rendah lemak
  • Menjaga diet tinggi serat

Penanganan dan pengobatan Polip Kolon dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya. Pilihan pengobatan adalah:

  • Anastomosis
  • Kolektomi
  • Kolonoskopi
  • Obat Laktulosa
  • Reseksi Mukosa Endoskopik

Sumber: http://www.persify.com/id/perspectives/medical-conditions-diseases/polip-kolon-_-951000103333

Apa Itu Kanker dan Tumor? Apa Bedanya?

DokterSehat.com – Sering kita mendengar istilah kanker dan tumor tetapi hanya sedikit orang saja yang benar-benar memahami apa perbedaan tumor dan kanker itu. DokterSehat akan mencoba membantu memberikan sedikit penjelasan masalah ini untuk mencegah kesalah pahaman dan kesalahan dalam penggunaan kata.
Tumor sebenarnya adalah pembengkakkan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor).
Nah, tumor ganas ini sering juga disebut dengan bersifat Kanker. Tetapi kemungkinan tumor jinak menjadi ganas bisa saja tapi sangat jarang terjadi, biasanya pada Tumor yang sudah terlalu lama dan besar. Misalnya Fam (Fibroadenoma mamma), tumor jinak payudara bila dibiarkan bertahun-tahun ada yang berubah jadi ganas, ini dikenal sebagai Progressi, persentase kemungkinannya kira-kira hanya 0,5 % -1% saja.
Ketika seseorang bertambah usia, mereka akan mengakumulasi berbagai mutasi di dalam DNA-nya. Ini berarti prevalensi terjadinya tumor semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pada kasus dimana seseorang yang lebih tua menderita tumor, maka besar kemungkinannya bahwa itu adalah tumor yang ganas. Sebagai contoh, jika perempuan berumur 20 tahun memiliki tumor di payudaranya, maka tumor itu kemungkinannya adalah tumor jinak. Namun, jika perempuan berusia 70 tahun memiliki tumor payudara, maka tumor itu kemungkinannya adalah tumor ganas.
Tumor disebabkan oleh mutasi DNA di dalam sel. Akumulasi dari mutasi-mutasi tersebut menyebabkan munculnya tumor. Sebenarnya sel kita memiliki mekanisme perbaikan DNA (DNA repair) dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel merusak dirinya dengan apoptosis jika kerusakan DNA sudah terlalu berat. Apoptosis adalah proses aktif kematian sel yang ditandai dengan pembelahan DNA kromosom, kondensasi kromatin, serta fragmentasi nukleus dan sel itu sendiri. Mutasi yang menekan gen untuk mekanisme tersebut biasanya dapat memicu terjadinya kanker.
Kanker sendiri sebenarnya adalah istilah untuk segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, dan bahkan menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).
Hal ini sangat berbeda dengan benign tumor (tumor jinak) yang tidak menyerang jaringan di sekitarnya dan tidak membentuk metastase, tapi secara lokal dapat bertumbuh menjadi besar. Biasanya benign tumor tidak muncul lagi setelah dilakukan operasi pengangkatan tumor.
Yang perlu diperhatikan disini bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian; kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari merokok ! Sangat tidak baik untuk kesehatan.

Kanker Kolorektum

Gambaran Ikhtisar

Colon CancerApa itu Kanker Kolorektum?

Kanker kolorektal adalah kanker yang berkembang dari sel-sel usus besar. Usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Rektum adalah bagian 15 cm terakhir dari usus besar dan terletak di dalam rongga panggul ditengah tulang pinggul. Ini merupakan daerah yang sangat kecil sehingga jarak antara kanker dan organ normal sekitarnya sangat pendek. Oleh karena itu, kemungkinan kanker menyebar ke organ sekitarnya dalam di panggul cukup siknifikan. 
Bagian lain dari usus besar yang posisinya terletak di atas pinggul, disebut Kolon.  Kolon dikelilingi oleh jaringan lemak, yang disebut omentum, dan dilekatkan pada dinding rongga perut oleh jaringan lemak yang lebih banyak lagi, disebut mesenterium.  Dalam mesenterium terdapat kelenjar getah bening.
Kanker dapat berkembang dari sel-sel lapisan usus besar. Kanker dapat menyebabkan penyumbatan usus, atau perdarahan dalam tinja.
Seberapa umum Kanker Kolorektum?

Kanker kolorektum kini merupakan kanker paling umum di Singapura yang dapat menyerang pria dan wanita.  Antara tahun 2005 - 2009 ada sekitar 1580 kasus didiagnosis di Singapura.
Usia Serangan

Kebanyakan orang yang didiagnosis mengidap kanker kolorektal berusia di atas 45 tahun. Orang yang lebih muda, berumur kurang dari 20 tahun, jika didiagnosis menderita kanker kolorektum kemungkinan besar merupakan kanker kolorektum keturunan, seperti polip adenomatosa familial.


Resiko dan Penyebab

Resiko kanker kolorektal meningkat jika terdapat :
  • Sejarah penyakit polip kolorektal atau kanker kolorektal sebelumnya;
  • Sejarah penyakit penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa;
  • Sejarah keluarga kanker kolorektal dan / atau polip adenomatosa familial atau kanker kolorektal non-polip keturunan. 

Gejala

Gejala dan Tanda Kanker Koloretal

Gejala umum yang dialami adalah perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare atau sembelit terus menerus atau perubahan dalam frekuensi tinja. Darah bercampur dengan tinja juga tanda mencurigakan yang membutuhkan perhatian medis segera.
Gejala-gejala lainnya termasuk ketidaknyamanan atau nyeri perut terus menerus yang tidak jelas. Kadang kala dirasakan ada benjolan didalam perut.


Diagnosa

Tes Diagnostik

Cara paling sederhana untuk mendeteksi kanker rektum adalah dengan memasukan jari dokter kedalam rektum, yaitu pemeriksaan dubur.  Pemeriksaan ini dapat dilakukan di klinik rawat jalan, memakan waktu kurang dari 5 menit dan menyebabkan ketidaknyamanan yang minimal.  Namun, cara ini hanya dapat mendeteksi kanker yang terletak antara 5 sampai 8 cm terakhir dari rektum
Untuk kanker yang terletak lebih jauh di dalam usus besar, dapat dilakukan pemeriksaan sigmoidoskopi atau kolonoskopi.  Teropong serat optik fleksibel ini dimasukkan melalui rektum ke dalam usus besar. Melalui teropong ini, dimungkinkan pengambilan potongan kecil dari jaringan tumbuh untuk pengujian.  Prosedur ini dapat dilakukan dengan bius minimal di klinik rawat jalan. Meskipun tidak nyaman, prosedur berlangsung kurang dari 30 menit.
Barium enema adalah pemeriksaan sinar-X yang dilakukan untuk memeriksa usus besar secara keseluruhan. Pewarna diberikan melalui pipa sempit ke dalam rektum untuk melapisi seluruh usus. Beberapa foto sinar-X diambil pada berbagai bagian usus besar dan daerah abnormal diidentifikasi. Dokter selanjutnya mungkin melakukan kolonoskopi atau sigmoidoskopi sehingga biopsi daerah yang mencurigakan dapat dilakukan.


Pilihan Pengobatan


Pengobatan Kanker Kolon


Pilihan pengobatan yang paling umum adalah bedah. Kanker dengan lemak dan kelenjar getah bening sekitarnya diangkat dan kedua ujung bagian yang dipotong digabungkan kembali. Jika karena alasan tertentu usus besar tidak dapat digabungkan kembali, pembukaan buatan untuk usus besar, disebut kolostomi, mungkin diperlukan. Pembukaan ini memungkinkan limbah dikeluarkan dari tubuh ketika pembukaan normal tidak dapat digunakan atau harus diangkat. Kolostomi mungkin bersifat sementara atau permanen.

Tergantung pada stadium kanker, kemoterapi mungkin diperlukan setelah operasi untuk meningkatkan kemungkinan seseorang untuk sembuh dari kanker. Kemoterapi dilakukan melalui suntikan obat anti-kanker ke dalam pembuluh darah di tangan. Kemoterapi, yang berlangsung dari 6 hingga 12 bulan, biasanya dihubungkan dengan sariawan, diare, rambut rontok ringan, kemungkinan penggelapan kulit, dan mual. Obat yang paling umum digunakan adalah 5-fluorourasil, meskipun obat lain mungkin juga digunakan sebagai tambahan.
Pengobatan Kanker Rektal

Sekali lagi, pilihan pengobatan utama adalah bedah. Karena posisi rektum di dalam tulang panggul, tinggi kemungkinan kanker menyebar ke organ-organ sekitarnya, seperti kandung kemih, rahim dan tulang. Bahkan jika kanker telah semua diangkat dalam operasi, karena jarak antara kanker dan jaringan normal sangat dekat, kadang ada kekhawatiran sel-sel kanker yang tidak terdeteksi mungkin masih ada di sekitarnya.  Oleh karena itu, tergantung dari seberapa jauh kanker telah menyerang lemak dan organ-organ sekitarnya, terapi radiasi kadang digunakan untuk mengurangi ukuran kanker kolorektal sebelum pembedahan. Lebih sering, radiasi digunakan setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa dan mencegah kanker berulang.
Radioterapi dilakukan dengan pemberian sinar energi tinggi pada area kecil di mana kanker utama berada. Pengobatan, diberikan setiap hari selama 5 menit, biasanya berlangsung 5 sampai 6 minggu. Efek samping yang mungkin terjadi misalnya diare, kelelahan, kulit kemerahan dan ruam. Pada beberapa wanita, radioterapi menyebabkan menopause dini.
Sama dengan kanker kolon, kemoterapi mungkin juga diperlukan setelah operasi. Radioterapi dapat diberikan bersama dengan kemoterapi.
Prognosis Kanker Kolorektum

Prognosis berarti kemungkinan hasil akhir dari penyakit berdasarkan semua fakta yang relevan terhadap kasus tersebut. Semua temuan dari pemeriksaan klinis, investigasi sinar-X dan laporan patologi adalah penting dan harus dipertimbangkan bersama untuk memutuskan apa kemungkinan perkembangan masing-masing kasus kanker colorectum. Dari sini, pengobatan yang sesuai dapat ditentukan dan dilakukan. Strategi pengobatan bervariasi dari orang ke orang. Dengan pengobatan yang tepat dan sesuai, prognosis untuk seseorang dengan kanker kolorektum dini akan lebih baik.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Saya memiliki wasir. Akankah ini menjadi kanker?

Wasir adalah pembuluh darah rektum yang membesar. Mereka muncul karena sembelit atau kehamilan. Mereka tidak akan menjadi kanker. Namun, mereka akan berdarah dari waktu ke waktu dan selama bertahun-tahun dapat menyebabkan anemia atau kekurangan sel darah merah yang menimbulkan gejala seperti kelelahan dan sesak napas. Wasir yang berdarah, gatal atau mengeluarkan lendir, harus diobati oleh ahlinya.  Setiap pendarahan dari bagian belakang membutuhkan penyelidikan dan tidak boleh diasumsikan berasal dari wasir.
Ayah / paman saya didiagnosis memiliki kanker usus besar? Apakah saya beresiko tinggi?

Seseorang yang dianggap berada pada resiko tinggi kanker kolorektum adalah seseorang dengan sejarah polip kolorektum, kanker kolorektum sebelumnya, seseorang dengan satu keluarga dekat didiagnosa menderita kanker kolorektum sebelum usia 45 tahun, seseorang dengan dua atau tiga keluarga dekat didiagnosis dengan kanker kolorektum pada usia berapa pun, seseorang dengan anggota keluarga yang diketahui memiliki polip adenomatosa familial.
Pasien dengan polip adenomatosa familial umumnya dianjurkan oleh ahli bedah untuk mengajak seluruh keluarganya skrining. Ada kondisi keturunan dimana ratusan dan ribuan polip tumbuh di usus, rectum dan terkadang perut.  Umumnya terjadi pada pada usia remaja. Resiko tumbuhnya kanker kolorektum dari salah satu polip ini sangatlah tinggi. Seringkali, orang tersebut ususnya diangkat sebelum mengalami kanker usus. Dia tetap dapat hidup normal setelah operasi. Diagnosa polip adenomatosa familial umumnya dibuat melalui sigmoidoskopi dan kolonoskopi. Baru-baru ini, tes darah telah dikembangkan untuk mendeteksi keabnormalan gen yang bertanggung jawab untuk kondisi ini.
Seseorang yang dianggap mempunyai resiko tinggi mengidap kanker kolorektum harus mempertimbangkan kolonoskopi setiap 3 tahun sekali. Seseorang dengan sejarah polip kolonik harus mempertimbangkan kolonoskopi dan menghilangkan polip setiap tahun hingga tidak ada polip baru tumbuh. Oleh karena itu, kolonoskopi harus dilakukan setiap 3 tahun sekali.
Saya takut akan kanker Kolorektum. Apakah saya harus pergi skrining?

Apabila Anda khawatir akan kanker kolorektum, Anda dapat mendiskusikan kemungkinan test darah tinja dengan dokter umum. Tes pemeriksaan yang paling efektif adalah kolonoskopi.  Di beberapa negara, direkomendasikan bagi mereka yang berusia 50 - 70 tahun untuk skrining rutin setiap 3 tahun sekali.
Saya didiagnosa memiliki kanker Kolorektum. Berapa lama saya bisa hidup?

Banyak orang yang telah mengidap kanker kolorektum dapat mencapai umur hidup normal. Pengobatan saat ini dapat memberikan prognosis yang baik tetapi Anda mungkin memerlukan beberapa jenis pengobatan untuk menghindari kanker berulang kembali.

Sumber: http://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas-Referral/bh/Conditions/Pages/Colon-Cancer-Colorectal-Cancer.aspx